Teya Salat
GAMBAR TANDA KEBESARAN ALLAH
[ BAG. 13 ]
Lafal Allah pada Wedhus Gembel di Gunung Merapi, Yogyakarta

(View/Download)
Foto Wedhus Gembel di Gunung Merapi, Yogyakarta pada 8 Juni 2006 lalu, yang bila dilihat secara seksama membentuk lafal Allah. (Foto: Bagus Kurniawan)
 
Lafadz "ALLAH" pada Ikan

(View/Download)
 
Lafaz Allah pada Sekerat Daging Sapi Qurban

(View/Download)
WARGA Kampung Nyencang, Desa/Kec. Sukarame, Kab. Tasikmalaya, digegerkan munculnya, lafaz (kalimat) Allah di sekerat daging sapi kurban yang diterima oleh Ny Sumini (28), warga setempat. Sekerat daging sapi itu, kini disimpan di kediaman Mahdan, Kepala Desa Sukarame dan menjadi tontonan ratusan warga sejak Minggu (31/12) hingga Selasa (2/1).

Sekerat daging yang ada kalimat Allah itu, berukuran 6 X 5 CM. Pemiliknya, semula tidak percaya dengan munculnya kalimat tersebut. Sehingga, daging itu sempat dimasak dibuat gepuk. Tapi, sampai selesai dimasak, kembali muncul. Bahkan, lebih jelas penampakannya.

Diceritakan, pada waktu Iduladha, Ny. Sumini mendapatkan bagian daging sapi sebanyak 1 kg. Kebetulan di daerah itu, Hj. Rokayah berkurban satu ekor sapi.

Setelah daging kurban diterima oleh Sumini, lalu dipotong-potong untuk direbus. Daging itu akan dibikin gepuk.

Setelah direbus, sekerat daging memiliki bentuk berbeda dan menarik perhatian. Karena ada tulisan Allah dalam huruf Arab.

Tapi, ia tidak banyak cerita dan kurang begitu percaya dengan penglihatannya. Sekerat daging itu kembali dimasukan ke dalam wajan (ketel) untuk dimasak. Setelah dicampur bumbu dan kelapa yang sudah diparut halus, lalu dimasak seperti biasa.

Ketika daging dalam ketel itu sedang dibolak-balik, tiba-tiba sekerat daging tadi ke luar atau jatuh. Namun, oleh Sumini kembali dimasukan ke dalam ketel. Istri dari Dede ini sempat heran dengan sekerat daging tersebut, karena terus menarik perhatian. Tapi, ia tidak berpikir lebih jauh.

Ketika masakannya sudah matang, semua daging itu dimasukan dalam baskom. Anehnya, posisi daging yang bertuliskan Allah ini ada di tumpukan paling atas. Bahkan gambarnya jadi jelas.

Akhirnya Sumini menceritakan kepada suaminya. Oleh Dede, daging itu dicuci dengan air. Ternyata, setelah dicuci, gambarnya lebih jelas.

Temuan itu akhirnya menyebar ke masyarakat. Mereka berbondong melihat daging itu ke rumah Dede. Oleh Dede, akhirnya daging itu diserahkan ke rumah kepala desa setempat. Warga yang penasaran berdatangan ke rumah kepala desa untuk melihat dari dekat.

"Ini tanda kebesaran Allah yang muncul," kata Eko asal Kota Tasikmalaya, yang melihat daging tersebut. (Undang Sudrajat/"PR")***

Sumber :
PIKIRAN RAKYAT NEWS
 
Lafal 'Allah' di Bola Bowling

(View/Download)
 
Lafal Allah di atas langit Legoso Indah Ciputat

(View/Download)
 
Lafal Allah Pada Badan Seekor Kucing

(View/Download)


(View/Download)


(View/Download)

Seekor kucing bernama si Belang menjadi perhatian warga Ampera Poncol, Tangerang, Banten, Rabu (28/3). Pemicunya adalah bulu lembut di tubuh si Belang membentuk lafal Allah.

Si Belang, kucing manis yang bertuliskan lafal Allah ini menjadi perhatian banyak orang bahkan pernah ada orang yang menawar kucing itu Rp 500 ribu.

Sumber : Detik.com

Pohon Berlafal 'Allah' Hebohkan Warga Pekanbaru

(View/Download)

(View/Download)
(Pekanbaru) Pohon bertuliskan lafal Allah dalam bahasa Arab membuat heboh. Masyarakat Pekanbaru pun berduyun-duyun menyaksikannya.

Sebatang pohon akasia yang telah kering setinggi 5 meter berdiri tegak di atas rerumputan di Jl Sembilang Indah, Kelurahan Tangkerang, Pekanbaru. Lokasi itu masih sepi dari rumah penduduk. Di situlah, pohon akasia ini menjadi tontonan warga.

Menjadi hiburan tersendiri, karena pohon ini sekilas terlihat lafal 'Allah'. Pohon itu memiliki tiga cabang utama. Masing-masing cabang masih terlihat ranting-ranting kecil. Tiga cabang ini masing-masing sebelah kiri, tengah dan kanan.

Di ketiga cabang inilah, ada kalimat Allah. Bila dilihat, bentuk cabang dan ranting pohon itu sebenarnya tidak ada kaitan dengan lalaf Allah. Melainkan kalimat Allah itu terlihat dengan jelas, karena ada rumput yang menjalar sampai ke pucuk ranting.

Rerumputan ini menjalar dari bawah batang pohon yang selanjutnya menjalar dari cabang yang satu ke cabang yang lain. Menjalarnya rumput liar inilah yang membentuk kalimat Allah.

Dan kini, pohon akasia menjadi hiburan warga di sekitarnya. Masyarakat di Pekanbaru pun menjadi heboh. Saat detikcom mendatangi lokasi, Selasa (27/3/2007), warga terlihat mengabadikan pohon kalimat Allah itu dalam HP-mereka.

Walau sinaran Matahari begitu panas, warga tidak surut untuk melihat secara dekat pohon tersebut. Mereka berdecap kagum atas rerumputan yang membentuk lafal Allah itu. "Mungkin dunia ini sudah mau kiamat ya," ujar Uni Wati (34), seorang ibu rumah tangga di lokasi itu.

Melihat antusiasnya masyarakat untuk menyaksikan pohon tersebut, Uni Wati pun, memanfaatkan untuk berjualan. Dia menggelar dagangan buah-buahan serta air mineral dalam kemasan.

Tak cuma itu saja. Pemuda setempat juga membuat lahan parkir kendaraan bagi warga yang akan melihat pohon tersebut. Kendati dipungut biaya parkir, mereka tidak mematok harganya. Sebab, biaya parkir yang mereka minta dari pengunjung dikumpulkan dalam bakul untuk sumbangan masjid.

"Masjid kami masih butuh dana untuk perbaikan. Jadi biaya parkir ini bukan untuk kami, melainkan disalurkan ke masjid," ungkap Adi Rahmad, salah seorang pengelola parkir.

LAFAL ALLAH: Sebuah pohon akasia kering rantingnya dijalari gulma atau benalu yang kemudian menyerupai lafal Allah. Keanehan tersebut mengundang banyak masyarakat datang melihat, Selasa (27/3/detik.com).

Di Sekitar Pohon Lafal 'Allah' Tercium Bau Harum
Pekanbaru - Di lokasi pohon akasia yang bertuliskan kalimat Allah dalam bahasa arab sempat tercium bau harum yang sangat menyejukkan. Sayangnya, wewangian itu kini tidak tercium lagi.

Pohon bertuliskan Allah ini, sebenarnya ditemukan warga pada Minggu akhir pekan lalu. Saat ditemukan itu, hanya warga di Jl Sembilang Indah, Tangkerang, Pekanbaru yang menyaksikannya.

"Ketika warga di daerah kami ini menyadari adanya pohon bertuliskan Allah, kami pun ramai-ramai melihatnya. Dan saat itu sangat jelas sekali di sekitar pohon ini memunculkan wewangian," kata Amri (50).

Dia menjelaskan, di hari pertama di temukannya pohon itu, setidaknya dalam sehari bau harum muncul sebanyak 5 kali. Tidak tahu pasti dari mana munculnya udara harum tersebut.

"Tapi kami yakin, wewangian yang muncul di lokasi ini, tidak terlepas dari pohon aneh ini. Kami yakin, bau harum itu masih ada kaitannya dengan kalimat Allah yang ada di pucuk pohon akasia itu," terang Amri orang yang bekerja mencari kayu di lokasi tersebut.

Warga yang lainnya juga merasakan hal yang sama. Rini, misalnya, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) kepada detikcom, Selasa (27/3/2007) mengakui dia sempat mencium udara harum di lokasi itu. Namun dia tidak bisa menjelaskan, seperti apa bau harum yang dipancarkan dari lokasi pohon bertuliskan kalimat Allah tersebut.

"Pokoknya di lokasi ini sempat terciuam udara yang cukup harum. Dan harumnya tidak menyengat seperti parfum," terang Rini yang memakai jilbab warna merah itu.

Namun memasuki hari ketiga sejak ditemukannya pohon aneh itu, kini bau harum tidak lagi tercium. "Anehnya, setelah banyak orang yang menyaksikannya, bau wewangian itu tidak tercium lagi. Yang ada malah bau keringat orang yang hilir mudik menyaksikan pohon itu," kata Rini sembari tersenyum.(cha/djo/detik.com)\

 
Islamic Media - 2008
ISLAMIC.XTGEM.COM
BACK TO INDEX